Mencari Bahagia

Setiap manusia lahir ke dunia tanpa buku panduan untuk apa yang harus dilakukannya dalam dunia ini, dengan berjalannya waktu dari bayi menjadi anak anak lalu beranjak dewasa dan menjadi dewasa dan kita sebagai manusia harus bisa menemukan tujuan hidupnya agar dapat mencapai kebahagiaanya dengan menjadi dewasa secara emosional dan bukan secara umur atau berapa lama kita telah melewati hidup kita di dunia ini yang berarti tidak ada jaminan orang berumur 40-50 tahun dipastikan bisa menjadi lebih dewasa daripada orang yang berumur 25 tahun.

Seiring berjalannya waktu dan problem dalam hidup dan cara pandang kita untuk menyelesaikan masalah yang dapat membuat seseorang dapet beradaptasi menjadi dewasa secara emosional.
Setiap manusia memiliki impian dan tujuan hidup masing2 yang mana berevolusi dan berubah dengan kebutuhan masing masing.
Ada yang mengutamakan kekayaan dalam hidup, ketenaran, karier, bisnis, social life, keluarga atau hanya menjadi bahagia dengan sederhana dengan menjadi pribadi dewasa yang menjadi tujuan hidup.

Bagi saya pribadi yang terpenting dalam hidup adalah menjadi bahagia dan apakah definisi bahagia itu sendiri? Tentunya kebahagian kembali kepada nilai2 yang berbeda2 pada setiap inividual.
Bahagia bisa saja se simple menerima dan mensyukuri keadaan yang kita miliki pada saat ini.

Bahagia dapat di definisikan dengan memiliki dan mendapatakan cinta dari orang2 sekitar, bahagia masih dapat menjalani hidup dengan sehat, bernafas dengan normal, melihat matahari bersinar, dan hanya dengan cara bersyukurlah kita dapat menrasakan kebahagian tersebut

Belajar memaafkan, bersyukur, memiliki pegangan agama dalam hidup ada lah salah satu elemen yang dapat membuat seseorang menjadi merasa aman yang menbawa kita lebih dekat kepada kebahagian.
Dapat di pastikan bahwa semua manusia memiliki kesulitan, tantangan dan problematik hidup masing2 kembali kepada pribadi masing masing untuk kita dapat menghadapi dan bereaksi terhadap masalah tersebut.

Betapa indahnya dunia ini apabila kita dapat memaafkan segala kepahitan kita dengan cinta, mencintai tanpa batas, dan memberikan dengen ketulusan tetapi semua itu dapat menjadi kenyataan apabila kita dapat menemukan cara untuk membebaskan diri kita sendiri dari rasa terpenjara, terpenjara dengan masa lalu yg sulit untuk dapat di mengerti.

Ada pepatah segala sesuatu dapat selesai dengan waktu tapi menurut saya waktu saja tidak akan pernah cukup apabila kita tidak mau belajar dan berusaha untuk dapat memaafkan diri sendiri, dan salah satu cara mencintai diri sendiri adalah dengan memaafkan diri kita sendiri dari segala kesalahan yang pernah di buat di masa lalu, hidup akan selalu berjalan tanpa menunggu kita bangkit dari masa lalu kita.

Cerita hidup saya tidaklah seindah cerita dongeng sebelum tidur, masa kecil saya merasa saya adalah anak yang berbeda dan dianggap kurang berguna, setelah besar saya menikah dan pernikahan saya berakhir dengan perceraian, tetapi saya melihat semua itu sebagai pengalaman hidup yang sangat berharga yang mengajarkan saya menjadi manusia yang lebih dewasa, saya mau belajar memaafkan orang2 menberikan saya masa sulit di masa muda saya dan menjadikan semua kejadian negatif tersebut menjadi sesuatu yg positif dalam masa sekarang

Menyimpan dendam hanyalah mencabik perasaan kita lebih dalam lagi tanpa kita sadari tetapi saya memilih untuk memaafkan karena dengan memaafkan lah jiwa saya menjadi lebih tenang dan bahagia, hidup di dalam penjara kebencian hanya akan membuat saya melupakan cinta yang akan datang, melupakan betapa berharganya hidup dan diri saya, melupakan betapa masih banyak keindahan di dunia ini yg dapat memberikan kebahagian untuk diri saya.

Berdiri dan melihat segala keadaan dari sisi positif setiap masalah yang kurang baik yang pernah saya alami adalah keputusan terbaik yang pernah saya ambil dalam hidup ini, mensyukuri dan fokus terhadap betapa masih banyak berkat yang dapatkan dari Yang Maha Kuasa di setiap waktu yang saya lewati yang dapat menbuat saya bahagia