Ruhut: Makin Nggak Jelas, Soal Rumah Lapis dan Sayembara Sepatu

Ruhut: Makin Nggak Jelas, Soal Rumah Lapis dan Sayembara Sepatu

Ruhut: Makin Nggak Jelas, Soal Rumah Lapis dan Sayembara Sepatu

Politisi Ruhut Sitompul menyindir Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno soal program penataan kampung dengan membangun rumah lapis, dan sayembara sepatu pantofel zaman now.

Soal rumah lapis, Ruhut mengatakan, Anies-Sandi hanya mencoba mengganti nama karena ingin terlihat memiliki konsep yang baru, padahal apa yang di maksud dengan rumah lapis tak beda jauh dengan rumah susun (rusun) yang gencar di bangun di era gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Ini kan nggak mengakui kehebatan Ahok. Itu makin nggak jelas, kok malu sih mengakui kehebatan Ahok dengan rumah susun, ganti nama jadi rumah lapis? Ini kan cuma ganti-ganti cashing saja, bikinlah ide brilian di luar Ahok,” kata Ruhut kepada Netralnews.com, beberapa hari lalu.

Sementara soal Sayembara Sepatu yang digagas Sandiaga, juru bicara Ahok-Djarot di Pilkada DKI 2017 itu menyebut, program tersebut tidak jelas manfaatnya bagi rakyat. “Ini mengalihkan ketidak mampuan saja kok, bikin ini bikin itu, bukan itu yang dibutuhkan rakyat, tapi kerja nyata,” jelas Ruhut.

Image result for ruhut sitompul

Politisi Ruhut Sitompul

Sebelumnya, Sandi menjelaskan, rumah berlapis yang mengusung konsep rumah sederhana berbentuk vertikal dan tak setinggi rumah susun ini, menjadi bagian dari program penataan kampung. Terutama dibuat bagi warga terdampak penggusuran di pemerintahan sebelumnya.

“Contohnya nanti di (Kampung) Akuarium. Coba lihat nanti, begitu sudah di-launching itu bagian dari Land Consolidation. Kebijakan untuk menata mereka di tempat lokasinya, dengan bangunan yang tidak terlalu tinggi intensitasnya dan jaraknya menempel dengan jarak tempat tinggal mereka yang selama ini dimilikinya,” ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Sedangkan untuk sayembara sepatu, Sandiaga ingin memacu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menciptakan sepatu yang nyaman dan tahan dalam segala situasi dan kondisi, dan pastinya sesuai dengan Pergub Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas, yaitu sepatu pantofel berwarna hitam.

“Pantofel hitam, requirement-nya itu harus tahan panas, tahan hujan, bisa masuk lumpur, gorong-gorong, bisa masuk blusukan ke rumah penduduk dan juga tetap pantas untuk acara kantor dan undangan, kalau kondangan bisa dipakai,” kata Sandiaga di Jakarta Creative Hub, Thamrin, Jakarta, Jumat (3/11/2017).

“Kita ingin sepatu yang bisa diangkat dan sesuai ‘jaman now’ yang kekinian. Jadi generasi milenial bisa ikut pakai,” ungkap politisi Gerindra itu.

(Baca juga: ANGGOTA DPRD CECAR KENAIKAN ANGGARAN DP RP 0 DAN OK OCE ANIES-SANDI)

(Baca juga: DPRD DKI: PROGRAM ANIES MEMBINGUNGKAN, JANGAN SEMUA NGAMBANG)

 

Sumber Berita Ruhut: Makin Nggak Jelas, Soal Rumah Lapis dan Sayembara Sepatu : Netralnews.com

Comments

comments