Ceramah Ustaz Menjadi Kontroversi di Masyarakat, Begini Kata MUI

Ceramah Ustaz Menjadi Kontroversi di Masyarakat, Begini Kata MUI

Ceramah Ustaz Menjadi Kontroversi di Masyarakat, Begini Kata MUI

Akhir-akhir ini masyarakat ramai membicarakan beberapa ceramah yang dinilai berbau kontroversi. Sebelumnya Ustaz Syamsuddin menjadi perbincangan saat berceramah di stasiun TransTV di acara Islam itu Indah. Penggalan ucapan dia menyebar viral di media sosial bahwa di surga salah satu nikmat yang diberikan yaitu adanya pesta seks. Alhasil penggalan ucapannya ini menuai banyak protes.

Kemudian ada pula isi ceramah dari Ustaz Muhammad Zulkifli yang menjadi viral lantaran mengatakan bahwa proses persalinan dengan cara sesar merupakan gangguan setan. Ceramah Zulkifli ini pertama kali diposting oleh akun Mak Lambe Turah di Facebook, direspons oleh 3 ribu orang dan dibagikan lebih dari 1.600 orang. Komentar dalam postingannya itu sebagian besar mengecam pernyataan Zulkifli soal gangguan setan dalam proses sesar.

Ceramah Ust. Zulkifli Muhammad Ali

Ceramah Ust. Zulkifli Muhammad Ali. (Foto: YouTube: UMAR)

Selanjutnya ceramah dari Ustaz Febri Sugianto saat berceramah di acara Islam itu Indah TransTV. Febri menyebut faktor-faktor yang menyebabkan perempuan susah hamil adalah karena pemakaian pembalut dan sepatu hak tinggi.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis, memberikan saran kepada para pendengar, pemirsa dan juga yang mengundang seseorang yang mengisi sebuah ceramah untuk lebih berhati-hati. Setidaknya ada dua hal yang perlu dipahami oleh semua masyarakat.

“Yang pertama orang dipanggil ustaz itu karena mengajar, orang yang bisa mengajar itu karena punya ilmu, tidak sembarang orang jadi ustaz. Kedua kalau televisi, radio, atau ceramah di mana pun yang mengundang perlu hati-hati untuk menyelidik latar belakang dari ustznya itu. Kalau semisalnya hanya di YouTube tidak perlu terlalu ditanggapi biar tidak terlalu membuang waktu, karena semua orang bisa memasukkannya ke YouTube kan,” kata Cholil saat dihubungi wartawan, Senin (7/8).

Ustaz Syam minta maaf ke MUI (NOT COV)

Ustaz Syam minta maaf ke MUI (Foto: Dok. MUI)

Sedangakan menurut Cholil jika orang ingin ceramah atau mengajar harus berdasarkan Al-quran, Hadist atau pendapat ulama-ulama yang dipercaya. Menurut Cholil terkadang ada juga orang-orang yang sengaja mencari sensasi ketika mengunggah omongannya atau ceramahnya agar bisa dikenal.

“Yang namanya orang ceramah, mengajar kalau tidak berdasarkan Al-quran, hadist, atau pendapat ulama yang dipercaya. Kalau tidak ada dari yang tiga unsur itu tidak perlu ditanggapi, nanti malah banyak orang yang bikin sensasi kaya begitu,” jelas Cholil.

Cholil berharap jika ada yang melakukan ceramah untuk menggunakan hadist, Al-quran dan pendapat ulama yang dipercaya dan untuk masyarakat yang mengudang ustaz maka carilah ustaz yang sudah mumpuni bukan yang masih belajar.

KH M. Cholil Nafis

KH M. Cholil Nafis (Foto: Istimewa)

“Bagi masyarakat yang ingin mengundang ustaz carilah ustaz yang sudah mampu bukan yang masih belajar, yang masih belajar biarlah belajar dulu sama gurunya. Setelah mampu baru ceramah,” ungkap Cholil.

Lebih jauh Cholil menuturkan adanya kekeliruan soal makna ustaz di Indonesia.

“Kalau di Timur Tengah sana disebut Ustaz harus sudah lulus Doktor dulu baru bisa disebut ustaz kalau di sana. Kalau di sini (Indonesia) sudah macem-macem maknanya. Yang jelas bisa dipanggil ustaz kalau dia sudah punya ilmu ada ijazahnya,” jelas Cholil.

Oleh karena itu menurut Cholil, MUI akan melakukan standarisasi antara lain seorang ulama memenuhi standar kualifikasi. Sementara itu soal sertifikasi ulama, menurut Cholil hal itu merupakan gagasan Kementerian Agama.

“Kriteria sebagai dai, ada standar kelas basic, ada intermedit, ada advance. Kalau basic kriterianya sedang kita rumuskan untuk nanti jadi kurikulum pelatihan dai untuk standarisasi itu,” tutup Cholil.

Berikut ini Ceramah Zulkifli ini pertama kali diposting oleh akun Mak Lambe Turah di Facebook:

Maap Ya Pak Ustad. Sebagai Seorang Ibu mak TERSINGGUNG dikatakan sebagai SETAN.Masa siih melahirkan secara sesar katanya Setan?How Can??Sedikit mak cerita…saat melahirkan anak pertama, harus sesar. Mengapa harus sesar karena sudah pembukaan komplit, dan air ketuban hampir habis sementara anaknya gak bisa keluar.Lingkar pinggul yang terlalu kecil sementara anak 3, 50 kg udah gitu kendala mak memang pernapasan.jadi harus sesar. Dari kesehatan harus dilakukan, karena kalau sampai air ketubannya habis, bayinya bisa keracunan, dan kemudian mati.Akhirnya kemudian sesar, sebelumnya harus puasa dulu, juga benar2 sebagai pasien kita diperhatikan kondisi badan sebelum operasi. Operasinya juga tidak lama, sekitar 15 menit seingat mak.Masa siih hanya karena pendapat orang sesar itu setan trus udah gak usah sesar biar anaknya mati??That is PEKOK…!!Dimana pun seorang ibu, apalagi melahirkan anak pertama, apapun akan dilakukan. Andai suruh milih nyawa, semua ibu pasti akan merelakan anaknya yang hidup bukan anaknya yang mati.Lagipula dimanapun juga didunia ini semua DOKTER pasti akan berusaha untuk menyelamatkan ibu dalam melahirkan sekalipun harus sesar.Alhamdulilah…anak hasil sesar ini sampai detik ini nurut sekali sama orang tua dan mbakti kepada orang tua dan agama..Kebahagiaan seorang ibu adalah melihat anaknya menjadi anak sholeh dan itu sudah mak alami.Alhamdulilah….?.edited:maap ye kalo ada yang gak setuju ama pendapat mak, mak menulis ini karena pengalaman mak pribadi sebagai seorang ibu…

Publiée par Mak Lambe Turah sur Dimanche 6 août 2017

 

 

 

Sumber Berita Ceramah Ustaz Menjadi Kontroversi di Masyarakat, Begini Kata MUI : Kumparan.com