Soal Hapus Video Joget Prabowo Dibilang Hipokrit, Ini Jawab Sandi dan Sara

Soal Hapus Video Joget Prabowo Dibilang Hipokrit, Ini Jawab Sandi dan Sara

Soal Hapus Video Joget Prabowo Dibilang Hipokrit, Ini Jawab Sandi dan Sara

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni menyebut capres Prabowo Subianto terjebak budaya hipokrit karena videonya berjoget di acara Natal keluarga dihapus. Putri Hashim Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menepis anggapan tersebut.

Sara, sapaan akrab Rahayu, menegaskan tak pernah menyembunyikan fakta bahwa Prabowo menghadiri acara keluarga yang beragama Nasrani. Sara, yang mengunggah video joget Prabowo ke Instagram Story-nya, menyebut kegiatan itu merupakan kegiatan tahunan.

“Menurut saya tidak hipokrit karena ini tidak pernah kami tutup-tutupi kok. Sudah menjadi acara tahunan. Lebaran dan Natal tinggal bergantian silahturahimnya,” kata Sara saat dimintai tanggapan detikcom, Kamis (27/12/2018).

Sara juga merespons pernyataan Antoni yang menuding kubu Prabowo kerap mempolitisasi agama. Politikus Gerindra itu menekankan, tim inti Gerindra dan timses, baik itu timses Pilpres 2019 hingga pilkada, tidak mempolitisasi agama.

“Yang menggiring seolah-seolah kita menggunakan isu SARA kan bukan tim inti dan timses diarahkan untuk tidak menggunakan isu SARA kok dari dulu bahkan di pilkada. Ya kalaupun ada dari timses itu biasanya kena teguran internal,” terang Sara.

Sara sebetulnya telah menjelaskan alasannya menghapus video joget Prabowo di acara Natal keluarga dari Instagram Story-nya. Sara merasa momen hangat keluarganya itu dipolitisir.

“Mengenai postingan foto dan video yang ramai diperbincangkan karena mohon maaf ada banyak pihak yang memelintir dan mencoba menggiring ini menjadi hal yang tdk benar (salah satu alasan knp saya hapus lebih awal), ijinkan saya untuk mengklarifikasi beberapa hal,” kata Sara melalui akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati seperti dilihat detikcom, Kamis (27/12/2018).

View this post on Instagram

Mengenai postingan foto dan video yang ramai diperbincangkan karena mohon maaf ada banyak pihak yang memelintir dan mencoba menggiring ini menjadi hal yang tdk benar (salah satu alasan knp saya hapus lebih awal), ijinkan saya untuk mengklarifikasi beberapa hal. Yang pertama, di acara tersebut, bapak Prabowo hadir setelah ibadah selesai pada saat acara makan malam bersama. Ada yang menyambungkan video di mana kami sedang mematikan lilin di akhir ibadah dengan video di mana Pak Prabowo sedang joget poco2. Padahal itu 2 momentum dan video yang berbeda dgn jarak waktu yang lumayan panjang. Sebagai info, di budaya kami sebagai keturunan Manado/Minahasa kami ada kebiasaan berdansa poco2 di saat keluarga berkumpul. Lagunya pun bukan lagu rohani karena sudah bukan masuk di ibadah natal. Di keluarga kamipun (spt di postingan saya yang lain), sudah menjadi tradisi dan budaya kami untuk menjaga tali silahturahim dgn datang ke rumah yang merayakan hari besar (Natal maupun Lebaran). — Bagi yang keberatan tentang hal ini, mohon maaf tetapi silahkan anda lakukan budaya keluarga maupun keyakinan masing2 dgn cara masing2. Saya yakin Tuhan Maha Adil. Sekali lagi tradisi ini adalah tradisi yang kami lakukan dari dulu, bukan hal baru. Kami tidak pernah sekalipun menutup2i hal ini. Jika ada yang membuat penggiringan opini seolah2 pak Prabowo yg skrg beda dr yg dulu dan menipu pendukungnya, mohon maaf tapi yang pertama mencoba menggiring opini seolah pak Prabowo itu "radikal" atau mau mendirikan negara khilafah itu siapa? Mohon fair. Sudah berulang kali kami klarifikasi bahwa itu tdk benar, tp terus itu dimainkan. Kami harus menolak bbrp kali undangan media thn lalu krn maunya angkat isu SARA terus pdhl kami tdk setuju. Kami mengerti itu peluru bagi bbrp org di kubu sebelah (tdk semua) jadi skrg tiba2 ada bukti bahwa itu tdk benar maka dicoba dijadikan alat utk memecah belah pendukung beliau. Saya berharap dan yakin pemilih bisa terus kita edukasi utk lebih pintar dlm memilah informasi. — Jujur saya sedih melihat mental caci maki, bullying, main hakim… inikah revolusi mental yg diinginkan? Anda saudaraku. Ayo bangun demokrasi yg sehat dan dewasa. #politikdamai

A post shared by R Saraswati Djojohadikusumo (@rahayusaraswati) on

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menjawab tuduhan hipokrit yang ditujukan kepada Prabowo Subianto setelah penghapusan video menari di acara Natal. Dia beranggapan video tersebut dihapus untuk tujuan memutus kontroversi.

Pada Jumat (28/12/2018) pukul 07.01 WIB, terlihat Sandiaga Uno tiba di gelanggang lapangan tenis Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, setelah melakukan joging. Sebelum bertemu dengan awak media, Sandiaga menyempatkan rutinitasnya berolahraga basket bersama teman-teman reuninya di lapangan basket Bulungan.

“Pak Prabowo itu apa adanya. Yang melihat Pak Prabowo sehari-hari kan saya. Saya lihat Pak Prabowo memang orangnya rileks, santai, dia suka line dance,” kata Sandiaga saat ditanya wartawan terkait video tarian Prabowo yang dihapus.

Sandiaga menganggap tarian yang ada di video tersebut semacam tari Poco Poco dan Sajojo, yang sering dilakukan oleh teman-teman Prabowo dan Sandiaga sendiri. Namun dia menyayangkan itu dipakai sebagai hoax bagian dari ibadah. Oleh sebab itu, video tersebut dihilangkan.

“Kemarin, karena dipelesetkan, di-hoax-kan bahwa itu bagian dari ibadah dan lain-lain, untuk memutus kontroversi, tentunya, lebih baik (dihapus) daripada memicu banyak kontroversi,” jelas Sandiaga.

Sandiaga juga merespons tuduhan penghapusan itu mengarah pada Prabowo hipokrit. Menurutnya, isu yang diangkat PSI itu bukan menjadi isu dan tidak akan ditanggapi kubu Prabowo-Sandi.

“Kita fokusnya di ekonomi. Apa pun yang diangkat teman-teman PSI yang non-ekonomi, tidak akan kami tanggapi. Tapi saya yakin karena PSI kan ingin mengangkat semua isu, ya kita hormati itu,” ujar Sandiaga.

 

 

Baca juga : Video Prabowo Joget di Acara Natal Dihapus, PSI: Capres Hipokrit

 

 

Sumber berita Soal Hapus Video Joget Prabowo Dibilang Hipokrit, Ini Jawab Sandi dan Sara : detik

 

Comments

comments